Cara Membaca dan Setting Kunci Torsi dengan Benar

Cara Membaca & Setting Kunci Torsi

Salah satu hal yang paling sering membingungkan pengguna torque wrench adalah cara membaca skala dan melakukan setting nilai torque dengan benar.

Kesalahan membaca skala dapat menyebabkan fastener dikencangkan pada nilai yang tidak sesuai spesifikasi. Pada aplikasi industri, hal ini bisa mempengaruhi kualitas sambungan, repeatability, hingga reliability komponen.

Karena itu, memahami cara membaca kunci torsi merupakan bagian penting sebelum alat digunakan untuk assembly, maintenance, maupun inspection.

Untuk memahami fungsi, jenis, dan penggunaan torque wrench secara lebih lengkap, baca juga panduan utama kami tentang kunci torsi.

Mengapa Setting Kunci Torsi Harus Tepat?

Torque wrench digunakan untuk membantu mencapai nilai torque tertentu.

Jika target torque adalah 80 Nm tetapi wrench disetel pada 60 Nm, fastener dapat mengalami under-tightening.

Sebaliknya, jika wrench disetel terlalu tinggi, fastener dapat mengalami over-tightening.

Kesalahan setting dapat menyebabkan:

  • bolt terlalu longgar,
  • bolt terlalu kencang,
  • thread rusak,
  • komponen deformasi,
  • gasket terlalu tertekan,
  • joint kehilangan clamping force,
  • hasil assembly tidak konsisten.

Karena itu, setting harus dilakukan berdasarkan torque specification yang benar.

Mengenal Skala pada Kunci Torsi

Pada mechanical click torque wrench, biasanya terdapat dua jenis skala:

Skala Utama

Skala utama berada pada batang atau shaft wrench.

Skala ini menunjukkan nilai torque dalam interval tertentu.

Contohnya:

  • 20 Nm,
  • 40 Nm,
  • 60 Nm,
  • 80 Nm,
  • 100 Nm.

Skala Mikro

Skala mikro biasanya terdapat pada bagian handle yang dapat diputar.

Skala ini digunakan untuk menambahkan nilai yang lebih kecil pada skala utama.

Contohnya:

  • 0,
  • 1,
  • 2,
  • 3,
  • 4,
  • dan seterusnya.

Nilai akhir diperoleh dengan menjumlahkan skala utama dan skala mikro.

Contoh Cara Membaca Kunci Torsi

Misalnya Anda ingin mengatur torque wrench pada 75 Nm.

Jika skala utama menunjukkan 70 Nm, kemudian skala mikro menunjukkan 5 Nm, maka:

70 Nm + 5 Nm = 75 Nm

Jadi setting akhir wrench adalah 75 Nm.

Contoh lain:

Skala utama: 60 Nm
Skala mikro: 8 Nm

Maka:

60 + 8 = 68 Nm

Nilai torque yang disetel adalah 68 Nm.

Perlu diperhatikan bahwa desain dan interval skala dapat berbeda pada setiap produsen atau model.

Karena itu, selalu periksa marking pada wrench dan manual alat sebelum digunakan.

Cara Setting Kunci Torsi Langkah demi Langkah

Berikut prosedur umum untuk adjustable click torque wrench.

1. Tentukan Target Torque

Cari torque specification dari:

  • engineering drawing,
  • maintenance manual,
  • service manual,
  • assembly instruction,
  • technical specification.

Contoh:

Target torque = 90 Nm

Jangan menentukan nilai berdasarkan perkiraan.

2. Periksa Range Torque Wrench

Pastikan nilai 90 Nm masih berada dalam operating range alat.

Contohnya, torque wrench dengan range:

20–100 Nm

dapat digunakan untuk target 90 Nm.

Namun, torque wrench dengan range:

100–500 Nm

tidak cocok karena target berada di bawah minimum alat.

3. Buka Locking Mechanism

Sebagian adjustable torque wrench memiliki:

  • locking knob,
  • locking ring,
  • pull-down lock,
  • twist lock.

Buka mekanisme tersebut agar handle dapat diputar.

4. Putar Handle ke Nilai Skala Utama

Putar handle hingga ujungnya sejajar dengan nilai pada skala utama.

Sebagai contoh, jika target 85 Nm:

atur terlebih dahulu ke 80 Nm.

5. Tambahkan Nilai dari Skala Mikro

Setelah skala utama berada pada 80 Nm, putar handle hingga skala mikro menunjukkan 5.

Maka:

80 Nm + 5 Nm = 85 Nm

6. Kunci Setting

Setelah nilai selesai diatur, aktifkan kembali locking mechanism.

Hal ini penting agar setting tidak berubah ketika wrench digunakan.

7. Periksa Ulang Nilai

Sebelum mulai tightening, periksa kembali:

  • skala utama,
  • skala mikro,
  • satuan torque,
  • posisi locking mechanism.

Kesalahan kecil saat membaca skala dapat menyebabkan setting berbeda dari target.

Cara Membaca Satuan Nm pada Torque Wrench

Nm merupakan singkatan dari Newton meter.

Newton meter adalah salah satu satuan torque yang paling umum digunakan pada aplikasi industri.

Sebagai konsep sederhana:

Torque = Force × Distance

Jika gaya 10 Newton diberikan pada lengan sepanjang 1 meter, torque yang dihasilkan adalah:

10 N × 1 m = 10 Nm

Dalam praktiknya, operator tidak perlu menghitung gaya secara manual jika menggunakan torque wrench yang sudah dikalibrasi.

Cukup setting target torque sesuai specification.

Torque Wrench dengan Dua Satuan

Beberapa torque wrench memiliki lebih dari satu skala, misalnya:

  • Nm,
  • ft-lb,
  • kgf·m.

Hal ini memudahkan penggunaan pada specification yang berbeda.

Namun, pengguna harus berhati-hati agar tidak membaca skala yang salah.

Contohnya:

100 Nm tidak sama dengan 100 ft-lb.

Jika drawing menggunakan Nm, pastikan setting dilakukan pada skala Nm.

Konversi Satuan Torque

Beberapa konversi umum antara lain:

1 Nm ≈ 0,738 ft-lb

1 ft-lb ≈ 1,356 Nm

1 Nm ≈ 0,102 kgf·m

Contoh:

Jika specification adalah 100 Nm, maka kira-kira setara dengan:

73,8 ft-lb

Namun, untuk critical application, gunakan conversion table atau calculator yang akurat.

Jangan hanya mengandalkan pembulatan kasar.

Bagaimana Membaca Digital Torque Wrench?

Digital torque wrench lebih sederhana dari sisi pembacaan karena nilai ditampilkan langsung pada display.

Prosedurnya biasanya meliputi:

  1. hidupkan wrench,
  2. pilih satuan,
  3. masukkan target torque,
  4. pilih mode,
  5. lakukan tightening,
  6. pantau display atau indicator.

Beberapa model memberikan:

  • green light ketika mendekati target,
  • red light jika over-torque,
  • buzzer,
  • vibration,
  • PASS/FAIL indication.

Digital torque wrench juga dapat memiliki memory untuk menyimpan hasil tightening.

Perbedaan Setting Mechanical dan Digital Torque Wrench

Mechanical Torque WrenchDigital Torque Wrench
Setting menggunakan scaleSetting melalui tombol/display
Tidak membutuhkan bateraiMembutuhkan power
Membaca main dan micro scaleNilai tampil secara digital
Indikasi biasanya clickIndikasi dapat berupa light, sound, vibration
Umumnya tanpa memoryDapat memiliki memory

Pemilihan tergantung kebutuhan penggunaan.

Untuk perbandingan lebih detail, baca juga Kunci Torsi Digital vs Manual.

Kesalahan Umum Saat Membaca Skala Torque Wrench

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

Salah Membaca Satuan

Operator membaca ft-lb padahal specification menggunakan Nm.

Salah Menambahkan Skala Mikro

Contohnya:

skala utama 60 Nm dan micro scale 5 seharusnya menjadi 65 Nm, bukan 605 Nm.

Tidak Mengunci Setting

Handle dapat bergerak selama penggunaan jika locking mechanism tidak diaktifkan.

Setting di Luar Range

Torque wrench tidak boleh disetel di luar operating range yang ditentukan produsen.

Menggunakan Skala yang Sudah Sulit Dibaca

Jika marking sudah aus, sebaiknya alat diperiksa atau diganti agar risiko salah setting berkurang.

Apakah Semua Torque Wrench Memiliki Skala yang Sama?

Tidak.

Setiap produsen dapat menggunakan:

  • interval scale berbeda,
  • handle design berbeda,
  • locking system berbeda,
  • satuan berbeda,
  • range berbeda.

Contohnya, satu torque wrench mungkin memiliki interval 5 Nm, sedangkan lainnya memiliki interval 2 Nm.

Karena itu, jangan mengasumsikan prosedur setting selalu sama.

Selalu baca manual alat.

Cara Setting Torque Wrench untuk Nilai yang Tidak Bulat

Misalnya target torque adalah 72 Nm.

Jika main scale memiliki angka 70 Nm dan micro scale memiliki increment 1 Nm:

Main scale = 70 Nm
Micro scale = 2 Nm

Maka:

70 + 2 = 72 Nm

Jika target torque adalah 87 Nm:

Main scale = 80 Nm
Micro scale = 7 Nm

Maka:

80 + 7 = 87 Nm

Metode ini berlaku jika desain skala wrench memang menggunakan sistem penjumlahan seperti tersebut.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Target Torque Tidak Bisa Disetel?

Jika target torque tidak tersedia secara tepat pada wrench, jangan memaksakan setting.

Pertimbangkan:

  • menggunakan torque wrench dengan resolution lebih kecil,
  • memilih range yang lebih sesuai,
  • menggunakan digital torque wrench,
  • berkonsultasi dengan engineering atau quality team.

Untuk critical assembly, approximation sebaiknya tidak dilakukan tanpa approval.

Cara Memilih Range Agar Skala Mudah Dibaca

Torque wrench dengan range terlalu besar sering memiliki interval skala yang lebih besar.

Sebagai contoh, untuk kebutuhan 10–20 Nm, menggunakan wrench 20–200 Nm tidak sesuai.

Lebih tepat menggunakan low-range wrench yang memang dirancang untuk nilai tersebut.

Pemilihan range yang tepat membantu:

  • readability,
  • ergonomics,
  • accuracy,
  • consistency.

Baca juga Panduan Memilih Range Torque Wrench.

Setelah Setting, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Setelah wrench disetel:

  1. pasang socket yang sesuai,
  2. posisikan wrench pada fastener,
  3. pegang pada area grip,
  4. tarik secara perlahan,
  5. hindari hentakan,
  6. hentikan saat indikator target tercapai.

Pada click torque wrench, hentikan tightening setelah terdengar atau terasa klik.

Jangan terus menarik setelah click.

Untuk pembahasan lengkap, baca Cara Menggunakan Kunci Torsi yang Benar.

Apakah Setting Harus Dikembalikan Setelah Digunakan?

Untuk adjustable mechanical torque wrench, banyak produsen menyarankan wrench disimpan pada setting minimum yang ditentukan.

Tujuannya adalah mengurangi beban pada spring mechanism selama penyimpanan.

Namun, jangan memutar di bawah minimum range.

Contohnya, jika range adalah 20–100 Nm, jangan memaksa wrench ke 0 Nm jika desain alat tidak mengizinkan.

Ikuti selalu petunjuk produsen.

Kalibrasi dan Akurasi Skala

Walaupun setting sudah benar, hasil torque tetap dapat salah jika wrench tidak akurat.

Beberapa penyebab perubahan accuracy antara lain:

  • penggunaan intensif,
  • benturan,
  • wrench terjatuh,
  • overload,
  • usia alat,
  • penyimpanan tidak tepat.

Karena itu, calibration tetap diperlukan untuk memastikan hubungan antara setting dan actual torque tetap sesuai.

Baca juga Kalibrasi Kunci Torsi: Mengapa Penting dan Kapan Harus Dilakukan?

Tips Agar Tidak Salah Setting

Sebelum menggunakan torque wrench:

  • baca torque specification,
  • pastikan satuan benar,
  • pastikan range sesuai,
  • periksa main scale,
  • periksa micro scale,
  • lock setting,
  • lakukan double-check,
  • gunakan socket yang tepat.

Pada production environment, work instruction dapat menampilkan target torque secara jelas untuk membantu operator.

Contoh Praktis Setting Torque Wrench

Contoh 1 — 45 Nm

Main scale = 40 Nm
Micro scale = 5 Nm

Hasil:

45 Nm

Contoh 2 — 78 Nm

Main scale = 70 Nm
Micro scale = 8 Nm

Hasil:

78 Nm

Contoh 3 — 120 Nm

Jika main scale menunjukkan 110 Nm dan micro scale menunjukkan 10 Nm:

110 + 10 = 120 Nm

Catatan: angka dan increment hanya contoh. Selalu sesuaikan dengan scale design alat yang digunakan.

Kesimpulan

Cara membaca kunci torsi yang benar dimulai dari memahami main scale, micro scale, satuan, dan operating range.

Pada mechanical torque wrench, nilai torque umumnya diperoleh dengan menjumlahkan skala utama dan skala mikro.

Sebelum tightening:

  • tentukan target torque,
  • periksa range,
  • pilih satuan yang benar,
  • setting nilai,
  • lock handle,
  • lakukan pemeriksaan ulang.

Kesalahan membaca scale dapat menyebabkan over-tightening atau under-tightening.

Karena itu, selalu gunakan torque wrench sesuai manual dan pastikan alat dalam kondisi terkalibrasi.

Untuk memahami fungsi, jenis, cara penggunaan, dan pemilihan torque wrench secara lebih lengkap, baca panduan utama Kunci Torsi.

Mencari kunci torsi untuk kebutuhan maintenance atau industrial assembly?

NMSTools menyediakan pilihan Manual Torque Wrench untuk controlled tightening, maintenance, inspection, dan berbagai aplikasi industri.

Lihat Manual Torque Wrench

FAQ

Bagaimana cara membaca kunci torsi?

Pada mechanical torque wrench, baca nilai pada skala utama lalu tambahkan nilai pada skala mikro sesuai desain wrench.

Apa arti Nm pada torque wrench?

Nm berarti Newton meter, yaitu satuan yang digunakan untuk mengukur torque atau momen gaya.

Bagaimana cara setting torque wrench 80 Nm?

Atur skala utama dan skala mikro hingga total nilainya mencapai 80 Nm, kemudian kunci setting sebelum digunakan.

Apakah semua torque wrench memiliki skala yang sama?

Tidak. Range, interval, unit, dan mekanisme setting dapat berbeda tergantung produsen dan model.

Apakah torque wrench boleh disetel di bawah nilai minimum?

Tidak. Gunakan wrench hanya di dalam operating range yang ditentukan oleh produsen.

Kenapa hasil torque bisa salah walaupun setting sudah benar?

Penyebabnya dapat berupa calibration drift, teknik operator, wrench mengalami benturan, penggunaan adaptor, atau kondisi alat yang tidak sesuai.