Torque wrench (kunci momen atau kunci torsi) merupakan salah satu alat paling penting dalam dunia industri, otomotif, dan perakitan. Fungsinya adalah untuk mengencangkan baut dan mur dengan torsi yang tepat — tidak lebih, tidak kurang. Namun, seiring waktu dan pemakaian, alat ini bisa kehilangan akurasinya. Karena itu, service dan kalibrasi torque wrench secara rutin menjadi hal yang sangat penting.

Mengapa Kalibrasi Torque Wrench Sangat Diperlukan?
Setiap torque wrench bekerja berdasarkan mekanisme internal yang presisi. Seiring waktu, faktor-faktor seperti:
- Getaran berlebih.
- Penggunaan melebihi kapasitas torsi.
- Paparan suhu tinggi.
- Kurangnya perawatan rutin
dapat menyebabkan penyimpangan pembacaan torsi. Ketidaktepatan ini berisiko besar terhadap kualitas hasil kerja — misalnya, baut bisa terlalu kencang hingga merusak ulir, atau terlalu longgar hingga menyebabkan kebocoran dan kegagalan mekanis.
Apa Itu Kalibrasi Torque Wrench?
Kalibrasi torque wrench adalah proses membandingkan hasil pengukuran alat terhadap standar acuan internasional yang sudah terverifikasi.
Tujuannya adalah memastikan torque wrench memberikan pembacaan torsi yang benar dan konsisten.
Kalibrasi biasanya dilakukan:
- Setiap 12 bulan sekali.
- Setelah 5.000 kali penggunaan, tergantung pada intensitas dan lingkungan kerja.
Di sektor industri dengan tuntutan tinggi, kalibrasi lebih sering sangat dianjurkan.
Manfaat Melakukan Service & Kalibrasi Secara Berkala
- Menjamin Akurasi Pengukuran
Kalibrasi memastikan setiap torsi yang diterapkan sesuai dengan standar pabrikan. - Memperpanjang Umur Alat
Pemeriksaan dan pelumasan rutin mencegah kerusakan dini pada komponen internal. - Meningkatkan Keamanan dan Kualitas Hasil Kerja
Baut dan mur dikencangkan secara presisi, mengurangi risiko kegagalan atau kerusakan produk. - Menghemat Biaya Perawatan Jangka Panjang
Alat yang dirawat baik lebih tahan lama dan mengurangi potensi kesalahan produksi akibat torsi tidak akurat.
Baca juga: Apa Itu Kunci Torsi dan Pentingnya Dalam Mengencangkan Baut
Layanan Kalibrasi Profesional dari PT Nasional Makmur Sejahtera (NMStools)
Sebagai penyedia alat industri dan perbengkelan terpercaya di Indonesia, PT Nasional Makmur Sejahtera (NMStools) menghadirkan layanan Premium Service & Calibration untuk Torque Wrench berbagai merek dan kapasitas.
Dengan dukungan teknisi berpengalaman dan peralatan kalibrasi presisi, NMStools memberikan:
- Kalibrasi sesuai standar internasional,
- Sertifikat resmi hasil kalibrasi,
- Pemeriksaan fungsi dan mekanisme internal torque wrench,
- Serta layanan cepat dan terpercaya untuk kebutuhan industri Anda.
Layanan ini dirancang untuk membantu pelanggan menjaga akurasi alat kerja, memperpanjang umur pemakaian, serta memastikan kualitas hasil kerja di setiap proyek.
Kesimpulan
Melakukan kalibrasi torque wrench secara rutin bukan hanya sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk menjaga keamanan, kualitas, dan efisiensi kerja.
Dengan layanan Premium Torque Wrench Service & Calibration dari PT Nasional Makmur Sejahtera (NMStools), Anda dapat memastikan setiap alat tetap bekerja dengan presisi dan sesuai standar industri.
📞 Hubungi Kami
PT Nasional Makmur Sejahtera (NMStools)
🌐 Website: nmstools.com
📸 Instagram: @nmstools
📍 Lokasi: Jababeka, Cikarang – Indonesia
FAQ Seputar Kalibrasi Kunci Torsi
- Mengapa servis dan kalibrasi kunci torsi (torque wrench) itu penting?
Karena kunci torsi yang tidak diservis atau dikalibrasi secara rutin bisa kehilangan akurasi – mengencangkan baut atau mur dengan torsi yang terlalu besar (over-tightening) atau terlalu kecil (under-tightening) - Seberapa sering kunci torsi harus dikalibrasi atau diservis?
Umumnya, kalibrasi disarankan minimal sekali setahun (12 bulan sekali) dan atau setelah jumlah penggunaan atau siklus tertentu, terlebih jika alat digunakan secara intensif atau dalam lingkungan ekstrem. - Apa saja tanda-tanda bahwa kunci torsi perlu dilakukan servis atau kalibrasi ulang?
Beberapa indikasi yang perlu diperhatikan antara lain:
– Hasil pengencangan terasa tidak konsisten atau berbeda dari sebelumnya.
– Alat terasa “longgar” atau sulit mengunci pada nilai torsi yang diinginkan.
– Terdapat kerusakan fisik (retak, bengkok, indikator tidak berfungsi) atau alat telah sering jatuh/terbentur.
– Lingkungan kerja sangat keras (paparan suhu ekstrem, getaran tinggi, kelembapan tinggi) sehingga mempercepat penurunan akurasi
